Cerita Inspirasi

September 17th, 2010

Cerita Inspirasi

Ini adalah sebuah cerita dari saya. Cerita ini berisi pengalaman pribadi saya yang menginspirasi diri saya. Dari pengalaman pribadi ini, saya belajar bahwa bekerja dalam kelompok akan lebih sulit dibandingkan bekerja sendirian. Bekerja dalam kelompok memerlukan keselarasan, sifat solid dan kekompakan Ini adalah pengalaman pribadi yang mengispirasi diri saya.
Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya menjabat sebagai anggota OSIS di SMA saya. Ketika itu saya menjabat sebagai anggota sie lingkungan hidup. Sie lingkungan hidup baru berumur 0 tahun yang artinya baru di bentuk tahun itu. Sie lingkungan hidup mempunya tugas utama untuk membuat sekolah menjadi lebih ramah lingkungan dan tentu saja hijau ketika di pandang.
Untuk mencapai tujuan tersebut, sie lingkungan hidup mempunyai salah satu kegiatan. Kegiatan itu bertajuk “Fun Bike”. Inti dari kegitan ini adalah menyadarkan siswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menggukan salah satu trasportasi yang ramah lingkungan yaitu, sepeda. Karena itu pesrta dari kegiatan ini akan bersepeda ria menuju sebuah taman kota yang berjarak sekitar 17 km dari sekolah saya. Dan saya menjadi ketua atau penanggung jawab dari acara tersebut.
Menjadi ketua tidaklah mudah seperti yang saya bayangkan. Ketua memerlukan ketengan pikiran dan ketepatan pengambilan keputusan. Berbagai rintangan saya hadapi ketika menjabat sebagai penanggung jawab. Mulai dari anggota yang malas atau susah di atur, keterbatasan dana hingga mendapat omel dari guru bidang studi karena harus keluar-masuk ketika jam pelajaran.
Menjadi ketua bukan menjadi orang yang hanya dapat menyuruh dan membentak. Menjadi ketua juga harus menjadi orang yang social. Seorang ketua atau penanggung jawab harus mengenal seluruh anggota yang dibawahi. Keselarasan dan solid antara yang mengetuai dan membawahi adalah mutlak dibutuhkan guna merealisasikan sebuah kegiatan. Tidak peduli seberapa besar sebuah acara, solid dan kekompakan dalam tim tetap harus dan selalu ada.
Kekompakan diperlukan agar tim dapat menjadi kuat ketika menghadapi suatu rintangan. Keselarasan diperlukan agar dapat menyatukan suara dan tindakan yang akan menghilangkan crash. Solid diperlukan guna menjaga keutuhan tim. Kesemua hal itu penting dan harus ada dalam sebuah tim.
Dari pengalaman saya ketika menjadi ketua atau penganggung jawab acara “Fun Bike” itu mengispirasi saya untuk selalu bersikap rendah hati kepada siapapun. Tidak bersikap eksklusif di dalam masyarakat. Sebab keselarasan, keharmonisan dan sifat solid tidak akan pernah dapat terbentuk tanpa adanya sikap rendah hati dan terbuka atau tidak eksklusif.

Cerita Inspirasi dari Orang Lain

September 17th, 2010

Inspirasi bisa kita dapatkan dari apapun, siapapun, dimanapun dan kapanpun. Saya terispirasi untuk menjadi orang yang pemaaf, seorang yang memiliki hati yang lapang (tidak sebesar lapangan bola ya!?) Saya mendapatkan inspirasi ini dari salah seorang teman saya, sebut saja Melati Inspirasi ini datang pada waktu saya kelas 3 SMA.

Kejadian bermula ketika saya bersama teman-teman satu angkatan dikumpulkan di aula sekolah. Kami dikumpulkan guna diberikan instruksi akan kegiatan retret. Keadaan menjadi gaduh, ricuh dan ribut. Kami (saya dan teman-teman satu angkatan) duduk secara random alias acak.

Kami duduk dan bercengkrama anatara satu sama lain. Kebetulan saya duduk di dekat Melati. Kami perlu menuggu cukup lama karena sound system belum siap. Selama menuggu, Melati dan beberapa temannya pergi ke toilet meninggalkan tas beserta isinya di aula yang penuh dengan manusia itu.

Sekembalinya dari toilet, ia tersadar bahwa dompet  biru yang berisi handphone hilang! Di panik. Melati mencari di seluruh isi tasnya dan memporak-porandakan segala isi tasnya. Melati menanyakan kepada teman di sekelilingnya, termasuk saya. Tetapi semunya satu suara, tidak tahu. Kepanikan semakin memenuhi hatinya dan matanya mulai berlinang air mata. Ditemani beberapa temannya dan termasuk saya pergi ke toilet guna mencari barang yang hilang itu.Hasilnya nihil, tidak diketemukan apapun.

Kabar mengenai kejadian ini tersebar hingga terdengar oleh Ramli (nama samaran). Ramli segera bergegas keluar dengan menggenggam sesuatu di tangannya. Ternya Ramli-lah yang mengambil dompet Melati. Ramli dan Melati adalah teman dekat. Ramli segera meminta maaf kepada Melati dan mengembalikan dopet yang berisi handphone tersebut. Usut punya usut, ternyata Ramli hanya bertujuan untuk “usil: semata.

Saya menyaksikan dengan kepala dan mata saya sendiri. Melati langsung memaafkan pada saat itu juga sambil tersenyum kecil. Padahal kejadian itu telah menggemparkan aula dan mungkin saja membuat panic serta malu. Keusilan yang dilakukan Ramli sudah melewati batas. Tetapi Melati langsung saja memaafkan Rami.

Jadi yang mengispirasi saya adalah lapang dada dan kebesaran hati yang dimiliki oleh Melati. Sulit memaafkan orang yang telah bercanda ketertlaluan. Sikap mudah meaafkan Melati mengispirasi saya untuk menjadi orang mudah memaafkan dan tidak menyipan amarah serta dendam.